Pemerintah Indonesia mendorong kolaborasi untuk percepatan pemulihan lingkungan, terutama melalui reforestasi dan peningkatan tutupan hutan. Dalam konteks ini, Indonesia menegaskan komitmen untuk mencapai target FoLU Net Sink 2030 sebagai bagian dari aksi mitigasi perubahan iklim. Penyediaan bibit berkualitas menjadi kunci dalam rehabilitasi hutan dan lahan.
Persemaian Liang Anggang di Kalimantan Selatan, yang beroperasi melalui skema Public-Private Partnership, akan memproduksi 10 juta bibit per tahun. Persemaian ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta PT. Adaro Energy, dengan luas total 14 hektar, di mana 6 koma 6 hektar adalah area produksi.
Peresmian Persemaian Liang Anggang dilakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, bersamaan dengan empat persemaian lain di lokasi berbeda. Persemaian Liang Anggang diharapkan berkontribusi pada rehabilitasi hutan di wilayah Daerah Aliran Sungai Barito dan mendukung Gerakan Revolusi Hijau di daerah Kalimantan Selatan.
